Budidaya Kopi : Tehnik dan Tahapan

Tahapan budidaya kopi

1.    Persiapan tanam dan penanaman

a. Pohon kopi mempunyai karakteristik tumbuh dibawah naungan pohon yang lebih besar karena kebutuhan pencahayaan untuk pertumbuhanya hanya membutuhkan kurang lebih 30% cahaya dalam proses potosintesinya. Untuk itu sebelum penanaman pohon kopi di areal yang akan ditanami harus ditanam dulu pohon pelindung yang fungsinya sebagai filter cahaya matahari supaya tidak masuk secara berlebihan. Adapun jenis pohon yang dianjurkan adalah Family leguminacea ; seperti lamtoro, kalindri atau bisa juga seperti jenis dapdap.

b. Setelah pohon pelindung tumbuh sekitar 1-6 bulan menjelang musim hujan buatlah lubang untuk tanam kopi dengan ukuran(panjangxlebarxdalam) 60x60x60cm kemudian masukan pupuk kandang(domba,sapi) dan daun/rumput2an kedalam lubang kurang lebih 5-10kg/lubang kemudian ditutup oleh tanah bekas galian.

c. Jarak tanam ideal untuk penanaman pohon pelindung adalah 10x10m sedangkan untuk penanaman kopinya adalah 2,5x2m,3x3m disesuaikan dengan varietas kopi dan kemiringan areal yang akan ditanami.

2.    Persiapan persemaian bibit kopi

a. Buat bedengan semai dengan ukuran 1mx2cmx10m(lebarxtinggixpanjang), kemudian bedeng semai diisi oleh tanah subur yang telak disaring/diayak supaya untuk mempermudah pertumbuhan akar dari biji kopi yang akan disemai. Setelah itu bedengan disiram air kemudian ditutup plastik transparan selama 2×24 jam guna mensterilkan bedeng semai dari jamur/spora yang terkandung didalam tanah.

b. Seleksi biji kopi, ini harus dilakukan untuk menekan presentase biji yang pertumbuhanya kurang maximal. Ketentuan syarat biji untuk bibit ; 1. Biji harus dipastikan berasal dari induk pohon yang sehat dan berproduksi dengan baik,2. Usia induk pohon kopi yang diperuntukan untuk bibit diharuskan sudah menginjak usia pohon 4-9 tahun.

c.  Penyebaran biji dilakukan harus hati hati dan perlu ketelitian, karna ketika biji disebar di bedeng semai posisi biji harus dengan posisi telungkup dan jarak penyebaran biji dianjurkan 2x2cm untuk memudahkan pemeliharaan dan pemindahan ke polybag.Pemindahan bibit dari bedeng semai ke polybag dilakukan kurang lebih 60 hari dari terhitung biji kopi disebar di bedeng semai.

d.  Kompos merupakan komponen yang sangat bagus sebagai media tumbuh kopi selama tumbuh di polybag sebelum ditanam dikebun kopi, adapun komposisi kompos yang ideal terdiri dari ; kulit kopi, pupuk kandang,daun daunan dan gabah padi. Pembuatan kompos itu sendiri memerlukan waktu kurang lebih 50-60 hari, setelah kompos terurai kemudian masukan kedalam plastik polybag ukuran 20x30cm dan lakukan pemindahan bibit kopi dari bedeng semai ke polybag yang sudah terisi kompos.

e.  Rumah bibit/greenhouse, sebagai tempat penyimpanan bibit selama 6-12 bulan sebelum kopi ditanam di arel kebun.

f.   Pemeliharaan bibit harus dilakukan secara intensip guna menghasilkan bibit kopi yang akan mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik. Adapun hal2 yang perlu diterapkan adalah; penyiraman,pengidentifikasian kondisi bibit secara reguler dan pengobatan yang disesuaikan dengan kebutuhan bibit pada waktu kondisional.

g.  Pemindahan bibit dari rumah bibit/greenhouse ke areal kebun. Ini diharuskan dengan memperhatikan iklim/cuaca, dianjurkan untuk penanaman saat musim penghujan.

3.    Pemeliharaan tanaman kopi 

a.  Penyulaman dilakukan 4-6 minggu ketika usia bibit kopi ditanam di areal kebun, ini diperuntukan untuk mengganti tanaman yang pertumbuhanya kurang maximal atau mati.

b. Pemupukan dilakukan secara reguler disesuaikan dengan grafik pertumbuhan pohon kopi di areal kebun, dianjurkan 2-5 kg pupuk kandang dan rumput serasah yang dicampur/pohon setiap 4 bulan sekali. Tahap pemupukan bisa dilakukan bersamaan dengan proses pemangkasan rumput di areal kebun.

c. Pemangkasan pohon pelindung untuk penyeimbangan pencahayaan dan juga pemangkasan cabang kopi disekitar batang pohon yang sifatnya mengganggu pertumbuhan pohon kopi. Disamping itu kontrol rumput disekitar areal kebun kopi harus diperhatikan untuk menekan/meminimalisasi persaingan pertumbuhan pohon kopi.

d.  Pengidentipikasian hama dan penyakit serta penangananya. Hama utama kopi yang dapat menurunkan produktipitas dan mutu kopi adalah hama penggerek buah kopi adalah Hypothenemus hampei ferr, gejalanya seranganya dapat terjadi pada buah kopi yang masih muda ataupun tua(masak), buah gugur mencapai 7-14% dan perkembangan buah menjadi tidak normal dan busuk sehingga produksi buah akan menurun sehingga tidak menghasilkan buah yang berkualitas.

Penyakit ini bisa dikendalikan dengan cara;

“Petik semua buah yang masak lebih awal (baik buah yang terserang maupun tidak), biasanya dilakukan pada 15-30 menjelang musim panen raya untuk mencegah terbangnya haha dan masuk ke buah yang lain. Pada saat menampung buah gunakan pelastik tertutup kemudian buah direndam kedalam air panas selama 5 menit untuk mematikan hama yang sudah masuk didalam buah, setelah itu gali lobang tanah sedalam 50 cm kemudian masukan dan kubur”.

4.    Panen dan paska panen

a. Pemanenan buah kopi

Pemanenan buah kopi dilakukan dengan memetik buah kopi yang sudah masak. Penentuan kematangan buah ditentukan oleh perubahan warna kulit buah, kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda, berwarna kuning ketika sudah masak, dan berwarna merah ketika buah sudah masak, dan kehitam hitaman ketika masak terlampau (over rife).

Tanaman kopi tidak berbuah serentak dalam setahun karena itu ada beberapa cara pemetikan yaitu :

  • Pemetikan pilih/selektip(petik merah) dilakukan pada buah yang sudah masak.
  • Pemetikan setengah masak dilakukan pemetikan terhadap dompolan yang sudah masak.
  • Pemetikan lelesan dilakukan terhadap buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan.
  • Pemetikan racutan/rampasan merupakan pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih hijau, biasanya dilakukan pada pemanenan akhir.

b. Pengolahan biji kopi

Pengolahan biji merah dilakukan dengan metode pengolahan basah dan semi basah, agar diperoleh biji  kopi kering dengan tampilan yang bagus, sedangkan buah biji hijau kuning merah diolah dengan cara pengolahan kering.

Hal yang harus dihindari adalah, menyimpan buah kopi didalam karung pelastik atau sak selama lebih dari 12 jam, karena akan menyebabkan pra –fermentasi sehingga aroma dan citarasa biji kopi menjadi kurang baik dan berbau busuk.

Biji kpi dapat diolah dengan beberapa cara yaitu pengolahan secara basah, semi basah dan kering;

Pengolahan secara kering

Metode pengolahan cara kering banyak dilakukan ditingkat petani karena mudah dilakukan, peralatan sederhana dan bisa dilakukan ditiap tiap petani kopi.

Tahap-tahap pengolahan kopi cara kering

  • Pengeringan
    1. Kopi yang sudah dipetik dan disortase harus segera mungkin dikeringkan agar tidak mengalami proses kimia yang bisa menurunkan mutu. Kopi dianggap kering apabila ketika diaduk terdengar bunyi gemericik.
    2. Beberapa petani mempunyai kebiasaan merebus kopi gelondong lalu dikupas kulitnya, itu harus dihindari karna dapat merusak kandungan zat yang terdapat pada buah kopi sehingga dapat menurunkan mutu buah kopi.
    3. Apabila intensitas matahari kurang maka bisa melakukan pengeringan dengan menggunakan alat pengering mekanis.
    4. Tuntaskan pengeringan sampai kadar air maximal mencapai 12 %.
    5. Pengeringan dapat memerlukan waktu 2-3 waktu dengan cara dijemur.
    6. Pengeringan dengan menggunakan mesin tidak diharuskan karena memerlukan biaya yang sangat mahal.

     

  • Pengupasan kulit ( Hulling )
  1. Hulling pada pengolahan hulling kering bertujuan untuk memisahkan biji kopi dari buah, kulit tanduk dan kulit arinya
  2. Hulling digunakan dengan menggunakan mesin pengupas ( huller ). Tidak dianjurkan untuk mengupas kulit dengan cara menumbuk karena mengakibatkan banyak biji yang pecah. Beberapa tipe huller sederhana yang sering digunakan adalah huller putar tangan ( manual ), huller dengan penggerak motor, dan hummemil.
  • Pengolahan Cara basah ( Fully Washed )

Tahap – tahap pengolahan cara basah terdiri dari :

  1. Pengupasan Kulit Buah
  2. Permentasi
  3. Pencucian
  4. Pengeringan
  5. Pengupasan Kulit kopi HS
  6. Pengolahan Cara Semi Basah ( Semi Washed process )

Pengolahan secara semi basah saat ini banyak diterapkan oleh petani kopi arabika di Anggroe Acah Darusallam. Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan. Cara pengolahan tersebut menghasilkan kopi dengan cita rasa yang sangat khas, dan berbeda dengan kopi yang diolah secara basah penuh. Ciri khas kopi yang diolah secara semi basah ini adalah berwarna gelap dengan fisik kopi agak melengkung. Kopi arabika cara semi-basah biasanya memiliki tingkat keasaman lebih rendah lebih rendah dengan body lebih kuat dibanding dengan kopi oleh basah penuh.

Proses cara semi-basah dapat diterapkan untuk kopi Robusta.secara umum kopi yang diolah secara semi-basah mutunya sangat baik. Proses pengolahan secara semi-basah lebih singkat dibandingkan dengan pengolahan secara basah penuh.

  • Proses tahapan pengolahan semi basah ;
    • Ø pengupasan kulit buah
    • Ø Pemeraman(fermentasi) dan pencucian
    • Ø pengeringan awal
    • Ø pengupasan kulit tanduk/cangkang
    • Ø pengeringan biji kopi(beras kopi)

5.    Sortasi (Pemisahan)

       Sortasi buah

Sortasi buah dilakukan untuk memisahkan buah yang bagus ( masak, beragam) dari buah yang tidak bagud ( cacat hitam, pecah ,berlubang dan terserang hama atau penyakit). Kotoran seperti daun,ranting,tanah dan kerikil harus dibuang karna dapat merusak mesin pengupas.

       Sortasi kopi biji beras

Sortasi biji kopi beras bertujuan untuk memisahkan biji kopi dari kotoran kotoran non kopi seperti serpihan daun, kayu atau kulit kopi. Selain itu untuk memisahkan biji kopi berdasarkan ukuran dan cacat biji. Pemisahan berdasarkan ukuran dapat menggunakan saringan/ayakan mekanis atau manual sedangkan untuk pemisahan biji cacat dilakukan secara manual.

6.    Pengemasan dan penggudangan

ü  Kemaslah biji kopi dengan menggunakan karung yang bersih dan kondisi bagus serta simpan tumpuka kopi dalam gudang yang bersih,bebas dari bau cemikal/kontaminasi lainya karena kopi sangat sensitip untuk menyerap bau yang ada disekitar lingkunganya.

ü  Karung diberi label yang menunjukan jenis mutu dan identitas produsen. Cat untuk label harus menggunakan pelarut non minyak.

ü  Atur tumpukan karung kopi diatas lantai/landasan kayu dan diberi batas antara dengan dinding gudang untuk membantu sirkulasi udara dalam penggudangan.

ü  Monitoring penggudangan harus dilakukan intensip untuk mengetahui kondisi kadar air,kelembaban dan keamanan terhadap organisme gangguan(tikus,serangga,jamur dll) dan kondisi gudang diharuskan dalam kondisi bersih serta menjauhkan faktor faktor lain yang dapat merusak kondisi biji kopi.

7.    Standarisasi

Standar mutu diperlukan sebagai petunjuk dalam pengawasan mutu dan merupakan perangkat pemasaran dalam menghadapi klaim/ketidakpuasan dari konsumen dan dalam memberikan saran saran kebagian pabrik dan bagian kebun. Standarisasi meliputi definisi,klarifikasi,syarat mutu,cara pengambilan sample/contoh,syarat uji,syarat penandaan dan cara pengemasan.

Pada prinsipnya penanganan pasca panen kopi harus memperhatikan keamanan pangan. Oleh karena itu harus harus dihindari terjadinya kontaminasi dari beberapa hal yaitu ;

ü  Fisik(tercampur dengan benda asing selain kopi, misalnya rambut, kotoran dan lain lain)

ü  Kimia(tercampur bahan bahan kimia)

ü Biologi(Tercampur jasad renik yang bisa berasal dari pekerja yang sakit,kotoran/sampah yang membusuk didekat lingkungan pengolahan kopi.

ü Usaha penanganan pasca panen kopi hendaknya melakukan pencatatan data yang terurut guna dijadikan databest sebagai referensi dalam pengembangan pengolahan kopi selanjutnya. Adapun data yang harus dicatat meliputi ;

ü  Data bahan baku

ü  Jenis produksi

ü  Kapasitas produksi

ü  Permasalahan yang timbul pada saat proses produksi

Posted in kopi | 2 Comments

Budidaya Kopi Arabika

Tanaman kopi (coffee sp) sebagian besar merupakan perkebunan rakyat dengan penerapan tekhnologi dan pola budidaya yang masih terbatas. Bila penerapan  budidaya diperkebunan kopi rakyat tersebut diperbaiki dan ditunjang oleh tekhnologi/sarana prasarana yang layak maka akan  tercipta sistem budidaya dan pengolahan yang berkesinambungan khususnya untuk para petani komoditi kopi.

Ada empat faktor yang menentukan keberhasilan untuk membangun petani kopi ;

1.Proses produksi/budidaya.

2.Tekhnik penanganan paska panen.

3.Tehnik pengolahan hasil panen

4.Sistem pemasaran

Keempat empatnya merupakan kegiatan yang harus berkesinambungan yang harus diterapkan secara sistematis dengan baik dan benar.

Dalam era perdagangan bebas, komoditi kopi merupakan sebagai bahan baku utama industri kopi bubuk mutu menjadi penentu daya saing di pasar dalam negri maupun untuk tingkatan eksport ke asia sampai eropa. Dengan teknik budidaya yang baik serta ditunjang dengan pengolahan yang sempurna maka diharapkan dapat menciptakan kopi yang berkualitas sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen kopi. Hal itu perlu diperhatikan oleh berbagai komponen guna menunjang khususnya bagi para petani kopi, karena dengan teknik budidaya dan pengolahan kopi yang baik maka akan lebih meningkatkan produktivitas dan mutu sehingga tingkat pendapatan dan kesejahteraan para petani akan semakin meningkat.

Kopi Arabika

Varietas dan syarat Tumbuh

Varietas kopi arabika yang telah dilepaskan menteri pertanian berdasarkan hasil risset dan penelitian terbagi kedalam beberapa jenis antara lain; jenis AB 3, USDA 762, S 795, Kartika 1 dan 2. Kemudian setelah itu banyak hasil risset dan penelitian jenis jenis baru seperti Ateng, Katimor, Typika dll.

Cara budidaya bibit kopi arabika menggunakan metode generatip beda halnya dengan cara budidaya bibit kopi robusta yang biasanya menggunakan metode vegetatif sehingga cara perlakuan awal dan teknik budidayanya pun tidak bisa diperlakukan secara sama disamping mempunyai karakteristik tumbuh yang berbeda juga.

Selama ini jenis kopi arabika banyak ditanam petani kopi di hutan rakyat atau lahan lahan kehutanan berdasarkan program pembangunan hutan bersama masyarakat (PHBM), khususnya di wilayah Jawa Barat. Sangat cocok kopi arabika ditanam di hutan-hutan kawasan Bandung Selatan karena karakteristik tumbuh kopi arabika adalah di daerah dataran tinggi dimana tanah yang subur dan curah hujan yang teratur akan membantu dalam pertumbuhan dan produktivitas dalam pembuahannya.

Tabel Persyaratan Kondisi Iklim Dan Tanah Yang Optimum Untuk Kopi Arabika

NO Syarat Tumbuh Kopi Arabika
1 IKLIM

Tinggi Tempat

Suhu Udara Harian

Curah Hujan Rata-rata

Jumlah Bulan Kering

 

700-1800 mdpl

15-24 C

2000-4000 mm/tahun

1-3 bulan/tahun

2 TANAH

PH Tanah

Kandungan Bahan Organik Minimal

Kedalaman Tanah Efektif

Kemiringan Tanah Maximum

 

5,3-6,0

2%

>100 cm

40 %

Posted in kopi | Leave a comment

Pelestarian Hutan Dan Potensi Ekonomi

Nilai ekonomi yang dihasilkan dari masing-masing tipe pemanfaatan sumber daya alam (hasil hutan kayu, non kayu, tambang, perikanan, pertanian, pariwisata, dll) serta nilai ekonomi dari jasa lingkungan yang disediakan oleh kawasan hutan , hendaknya tidak dilihat sebagai nilai-nilai yang terpisah satu sama lain, karena setiap kegiatan pemanfaatan sumber daya alam (kegiatan ekonomi lain) tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan saling memberikan dampak satu sama lain. (TFGD (Technical Focus Group Discussion), 2006).

Prinsip-prinsip yang menyangkut faktor pembatas  dan produktivitas  di masa lalu telah menetapkan pokok penerapan ekologi untuk pertanian dan kehutanan, tetapi untuk alasan-alasan yang telah dikemukakan, para ahli pertanian dan kehutanan sekarang harus berfikir  bahwa tanaman dan hutannya mempunyai hasil lain selain dari makanan dan serat, dalam pengertian ekosistem manusia secara keseluruhan.

Komponen-komponen sistem pertanian berinteraksi secara sinergis ketika komponen-komponen itu terlepas dari fungsi utamanya, meningkatkan kondisi-kondisi bagi komponen lain yang berguna di dalam sistem pertanian, misalnya; menciptakan iklim mikro yang cocok bagi komponen lain, menghasilkan senyawa kimia untuk mendorong komponen yang diinginkan atau menekan komponen yang berbahaya (pengaruh alelopatis dari pengeluaran akar atau mulsa)., memproduksi pelapis tanah atau struktur akar untuk meningkatkan konservasi air dan tanah,mengusahakan sistem akar yang dalam untuk meningkatkan daur ulang air dan unsur hara.

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang keterkaitan setiap komponen pertanian maupun komponen kehidupan membuat mereka lupa bahkan tidak mengetahui sama sekali bahwa hutan sangan mempengaruhi kehidupan disekitarnya.

Manfaat atau fungsi hutan bagi kehidupan manusia secara langsung maupun tidak langsung sangat banyak dan beragam. Hutan tidak saja sebagai sumber kayu dan hasil hutan lainnya yang memberikan manfaat ekonomi. Secara tidak langsung hutan akan memberikan pengaruh pada kehidupan di hilirnya.

Hutan juga mempunyai fungsi perlindungan terhadap tata air. Dengan adanya seresah di lantai hutan dan struktur tanah gembur, air hujan terserap seresah dan masuk ke dalam tanah. Karena itu dalam musim hujan debit maksimum air dapat dikurangi, dengan demikian bahaya banjir berkurang.

Hujan yang jatuh ke bumi baik langsung menjadi aliran maupun tidak langsung melalui vegetasi atau media lainnya akan membentuk siklus aliran air  mulai dari tempat yang tinggi (gunung, pegunungan ) menuju ke tempat yang rendah  baik di permukaan tanah maupun  di dalam tanah yang berakhir di laut.

Sebagian air hujan yang jatuh di permukaan tanah meresap ke dalam tanah dalam bentuk infiltrasi, perkolasi, kapiler.  Aliran air tanah dapat dibedakan menjadi aliran tanah dangkal, aliran tanah dalam, aliran tanah antara dan aliran tanah dasar.  Disebut aliran tanah dasar karena aliran ini merupakan aliran yang mengisi sisten jaringan sungai.  Hal ini dapat di lihat pada musim kemarau aliran ini akan tetap  secara kontinyu apabila kondisi hutan baik (Kodoatie, R.2005). Oleh sebab itu kilta perlu melestarikan hutan.

Banyaknya air hujan yang meresap ke dalam tanah, persediaan air tanah akan bertambah. Sebagian air tanah akan keluar lagi di daerah yang lebih rendah sebagai mata air, dengan bertambahnya cadangan air tanah, mata air serta sumur yang hidup di musim kemarau juga lebih banyak daripada tanpa adanya hutan. Jadi, efek hutan adalah mengurangi resiko kekurangan air dalam musim kemarau.

Air sebagai sumber kehidupan  mempunyai berbagai macam  fungsi . Di sisi lain air juga merupakan bagian dari sumber daya alam . Fungsi air sebagai sumber kehidupan adalah  memenuhi kebutuhan air baku untuk rumah tangga, pertanian, industry , pariwisata, pertahanan, pertambangan, ketenagaan dan perhubungan. Sebagai sumber daya alam air juga harus dilestarikan agar ketersediaan air dipermukaan bumi ini bisa berkesinambungan. Dengan melestarikan hutan berarti kita juga melestarikan ketersediaan air sebagai sumber daya alam.

Banyaknya air yang tersedia di permukaan bumi ini akan sangat membantu kehidupan manusia karena air diantaranya akan banyak memberikan manfaat ekonomi. Di daerah daerah yang pengairannya baik  pertanian tidak lagi bergantung pada hujan , petani dapat merencanakan pola pergiliran tanaman dengan lebih baik.

Daerah-daerah hilir hutan pegunungan masyarakatnya akan merasakan manfaat yang sangat menguntungkan bila pelestarian hutan terjaga, keseimbangan ekosistem dalam hutan akan memelihara tata air di sekitarnya , masyarakat yang ada di dataran rendah bisa memanfaatkan sumberdaya air yang tersedia untuk keperluan hidupnya maupun untuk aktivitas perekonomian.

Secara tidak langsung sumber daya air akan memberikan manfaat ekonomi  pada rumah tangga dan pertanian .  Rumah tangga yang mempunyai industri akan membutuhkan air untuk usahanya, petani dalam berusaha tani juga sangat membutuhkan air, baik untuk penyemprotan maupun untuk kebutuhan tanaman itu sendiri. Tanaman yang kekurangan air pertumbuhannya akan terganggu, pduktivitas akan berkurang bahkan akan terancam mati. Sebaliknya bila sumber air tersedia tanaman akan tumbuh dengan baik dan produksinya akan tinggi.

Selain dari manfaat yang tidak langsung , masyarakat disekitar kawasan hutan juga bisa memanfaatkan hasil hutan langsung dengan tidak secara berlebihan dan tetap berusaha adanya pembaharuan untuk menjaga kelestariannya.  Hasil hutan yang didapatkan bisa untuk konsumsi sendiri atau untuk di jual sehingga dapat menjadi pendapatan tambahan.

Manusia harus ingat bahwa kebutuhan terus meningkat dan berubah dari waktu ke waktu,   untuk dapat mendukung kebutuhan yang meningkat dan berubah itu perlu adanya sumberdaya yang berkesinambungan .  Lingkungan kita merupakan sumberdaya, karena itu harus kita manfaatkan dengan bijaksana agar daya dukung terlanjutkan dapat terpelihara untuk dapat menjamin tingkat hidup yang makin tinggi.

Dari uraian yang telah disebutkan  jelas bahwa banyak manfaat ekonomi yang akan diperoleh bila kita melestarikan hutan.  Selain dari dalam hutan itu sendiri di wilayah sekitar hutan dan di daerah hilirnya manfaat ekonomi akan banyak diperoleh.

Posted in artikel | 1 Comment

DAS Citarum : kenapa harus kita pikirkan?

Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya mencakup 3 dimensi penting, yakni aspek lingkungan, ekonomi dan sosial ketiganya saling terkait satu sama lain. Aspek lingkungan termasuk didalamnya perhatian yang sangat besar terhadap sistem ekologis yang merupakan dasar dan prasyarat untuk semua kehidupan. Dimensi ekonomi termasuk didalamnya cara mengelola sesuatu sumberdaya langka. Penggunaan sumberdaya alam, sumberdaya buatan dan modal manusia yang efisien merupakan prinsif dasar dari ekonomi.

Pada umumnya pembagunan lingkungan (ekosistem) kurang mendapat perhatian dalam suatu proses pembangunan daerah, sehingga kondisi ekosistem yang ada khususnya di jawa barat dan umumnya di pulau jawa sudah cukup menghawatirkan. Sebanyak 61 kabupaten di jawa barat, jawa tengah dan jawa timur memilki ancaman bencana ekologis yang tinggi karena wilayah itu mengalami deforestasi yang sangat besar selama beberapa tahun terakhir ini. Kalau tidak ada intervensi diperkirakan hutan di pulau jawa akan habis dalam waktu beberapa tahun ke depan dan setelah itu akan terjadi bencana ekologis. Bencana tersebut diperkirakan akan menimbulkan kerugian sebesar Rp. 136,2 triliun pertahun, saat ini luas kawasan hutan yang sudah terdegredasi di pulau jawa sudah mencapai 330.000 hektar dan deforestasi juga terjadi di 76 titik kawasan konservasi dan hutan lindung yang berada di lima profinsi di pulau jawa selain DKI Jakarta.

Berkaitan dengan sejumlah peristiwa bencana ekologis yang terjadi di pulau jawa beberapa waktu lalu ancaman tersebut masih dapat diminimalisir dengan menghentikan kerusakan dan perusakan kawasan konservasi dan hutan lindung, pengembangan agro forestry estate di pulau jawa yang semua aktifitas tersebut ditujukan secara simultan membangun ekonomi lokal. Saat ini saja kerugian ekonomi akibat degredasi hutan pulau jawa diperkirakan tidak kurang dari Rp.8,37 triliun pertahun. Angka ini merupakan nilai kehilangan subsidi langsung ekologis dari kawasan konservasi dan hutan lindung untuk sektor ekonomi dan sosial kemasyarakatan, dalam konteks ini propinsi jawa timur jawa barat dan jawa tengah merupakan peyumbang deforestasi terbesar di pulau jawa. Kondisi ini mengakibatkan 123 titik daerah aliran sungai (DAS) dan Sub DAS di pulau jawa dalam kondisi kritis. Sehingga hal ini diperkirakan kerugian ekonomi akibat kritisnya 10,7 juta hektar DAS/Sub DAS akan mencapai Rp 37 Triliun pertahun, dan khusus untuk DAS Citarum nilai kerugian akibat degredasi ekosistem sebesar Rp. 1,17 trilun per tahun. Perhitungan ini didasarkan pada kerugian akibat bencana ekologis seperti banjir, longsor dan kekeringan. Perhitungan akan bertambah besar jika ditambah hal-hal lain, seperti ambruknya infrastruktur publik, transfortasi, perdagangan dan industri.

Atas dasar kenyataan kerusakan lingkungan pulau jawa sebagaimana diungkapkan di atas, membuktikan bahwa pulau jawa sudah dalam kategori merah kondisi saat ini adalah laju kerusakan hutan seakan berlari sementara laju reboisasi seakan merangkak. Salah satu penyebabnya adalah tekanan pertambahan jumlah penduduk yang luar biasa besar. Tekanan tersebut menimbulkan lapar lahan sehingga akhirnya terus merambah lahan yang mungkin sampai ketitik ambang batas. Kondisi.

Dalam konteks yang lebih fokus,  DAS Citarum harus mendapat perhatian yang super prioritas sebab:

  1. DAS Citarum merupakan satu satunya DAS yang dapat menyelamatkan kehidupan masyarakat jabotabek dari bahaya banjir dan pemenuhan air minum yang hingga saat ini kebutuhan air minum khusunya DKI bersumber dari dari tanah (Ground Water) dimana cadangan air tanah DKI hanya dapat ditolerir sampai 2013 dan stock air tanah tersebut sudah kritis hanya <30% dan instrusi air laut sudah lewat bawah tanah istana presiden. Kondisi ini cukup berbahaya bagi kehidupan masyarakat DKI. Sehingga satu satunya sumber air minum adalah dengan memanfaatkan air permukaan tanah (Surface Water) DAS Citarum.
  2. DAS citarum memiliki tiga bendungan strategis dalam mensupply energy listrik jawa bali (3000 watt). Jika kondisi hulu DAS Citarum terganggu, maka pasokan air ketiga bendungan tersebut akan berkurang atau semakin kecil sehingga tidak ada daya untuk mengoperasionalkan turbin maka produksi energi listrik semakin berkurang bahkan sampai titik nadir alias bisa berhenti. Jika kondisi terjadi maka tidak akan ada supply listrik untuk jawa dan bali sehingga tidak akan ada proses industri, akhir kata bahwa negara kita akan tutup pertumbuhan ekonominya.
  3. Kondisi ekonomi masyarakat disekitar DAS Citarum memprihatinkan, yaitu ekonomi lokal tidak berkembang disebabkan hampir tidak adanya sentuhan dari sistem pembanguna yang dapat mengakses ketiga dimensi dalam prinsip pembangunan berkelanjutan yaitu : dimensi ekonomi, sosial dan ekologi sehingga IPM nya relatif rendah, struktur sosialnya sangat rapuh dan lingkungannya cenderung rusak. Untuk itu fokus program harus mengarah kepada sistem usaha tani konservasi berbasis komoditi unggulan tanaman hutan.
Posted in artikel | Leave a comment

Prospek Pasar Jabon Merah

Kayu jabon merah samama memiliki prospek pasar yang cukup tinggi. Permintaannya bukan hanya di dalam negeri, namun juga datang dari mancanegara. Kayu ini dipergunakan antara lain untuk bahan bangunan, peralatan rumah tangga, sampai pada kayu lapis. Kayu jabon merah, yang paling digemari oleh pihak luar negeri karena memiliki daya tahan lentur dan daya tekan yang kuat. Ketika itulah masyarakat dan industri yang membutuhkan kayu melirik jabon merah. Kayu jabon merah memang tak sekeras jati. Namun, dengan proses pengeringan dan perendaman, kayu jabon merah mampu bertahan 30 – 45 tahun. Dengan penggunaan yang multidimensi tersebut permintaan akan terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk.

Pasar dunia sangat menerima jabon merah karena ringan dan hasil budidaya, bukan pengambilan dari hutan. Dunia semakin menghargai kayu hasil budidaya, bukan kayu hasil tebangan dari hutan. Kini, kayu jabon merah menjadi kebanggaan karena asli dari tanah Indonesia dan mampu menembus pasar dunia. Jabon merah cocok untuk menggantikan beberapa jenis kayu seperti meranti dan jati. Industri-industri yang dulu menggunakan kayu alam mulai beralih ke jabon merah. Itu terbukti dengan permintaan yang sangat tinggi dibandingkan jenis kayu yang lain.

Harga kayu Jabon merah relatif lebih murah dibandingkan dengan kayu lain seperti kayu jati atau kayu mahoni, yaitu sekitar Rp.1.200.000,- per m³, namun karena dalam tempo mulai enam sampai sepuluh tahun tanam sudah dapat ditebang, maka perputaran investasi pada tanaman ini relatif lebih cepat apabila dibandingkan dengan investasi pada tanaman kayu jati dan sejenisnya. kekhawatiran mengenai sulitnya pemasaran kayu jabon merah samama ini sangat tidak beralasan. Dengan pengolahan kayu jabon merah ini dapat menjadi berbagai jenis kayu olahan seperti plywood dan block board palet dan dikemas menjadi barang ekspor semacam kusen, daun pintu, dan jendela serta berbagai barang furnitur lainnya, produk kayu jabon merah samama terangkat harganya. Jika situasi ekspor relatif stabil, harga kayu  otomatis akan mengikuti kenaikan harga dolar.

Selama ini, pangsa pasar ke Asia seperti Cina, Korea, Hongkong, Jepang, Taiwan, Singapura , dan lainnya. Rencananya, pangsa pasar akan diperluas hingga menjangkau pasaran Eropa, Amerika, dan Timur Tengah. Prospek usaha penanaman kayu jabon merah samama juga sangat relevan jika dikaitkan dengan proyeksi ke depan pemerintah dalam penggunaan kayu untuk bahan bangunan. Selain diarahkan untuk pemenuhan ekspor, kayu jabon merah samama yang sudah disentuh dengan teknologi juga akan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan kayu bangunan dalam negeri menggantikan peran-peran kayu hutan lindung atau kayu hutan dari Kalimantan, Sumatra, dan lainnya yang pada saat ini sudah mulai krisis dan sulit didapat. Kemudian dari kementrian kehutanan pun melarang kayu log keluar antar pulau, untuk itu kayu jabon merah samama ini akan merupakan tanaman hutan rakyat primadona indonesia.

Posted in jabon merah | Tagged | 2 Comments

perlakuan khusus benih sebelum di semai

Pernahkah anda menanam sebutir biji tanaman, namun tidak mau tumbuh kecambah atau tunas pada biji tersebut? Atau, memerlukan waktu lama hingga tumbuh tunasnya ? Hal ini karena pengembangbiakan tanaman melalui biji dari beberapa jenis pohon tertentu seperti akasia, jati, pinus aren, ulin dan lain-lain harus mendapatkan perlakukan khusus sebelum biji disemai pada media semai. Continue reading

Posted in artikel | Tagged , , | 2 Comments

bagaimana menyemaikan benih gmelina

  1. Pilih benih gmelina yang unggul dan baik kualitasnya, tidak busuk dan bila dipecah bijinya maka 3 kandung lembaga masih hijau.
  2. Buat bedeng tabur berisi pasir hitam yang sudah diayak dan dicuci bersih. Bagian atasnya beri penutup dari sarlon/paranet atau sobekan karung bekas pupuk untuk menjaga kelembaban.
  3. Buat bedeng sapih berisi polybag dengan media pasir dan pupuk kandang 3 : 1
  4. Hamparkan benih gmelina diatas plesteran semen atau keramik dan jemur dalam terik matahari selama 3 hari
  5. Rendam benih gmelina dalam bak berisi air dingin selama 1 malam
  6. Tabur benih gmelina yang sudah direndam diatas media bedeng tabur yang sudah disiapkan
  7. Tutup dengan pasir hitam kembali sampai benih gmelina tidak terlihat
  8. Siram dengan sprayer atau dengan percikan air secukupnya selama 7 hari
  9. Benih gmelina akan tumbuh menjadi kecambah siap sapih ke polybag.
  10. Siram air secukupnya sampai umur 3 bulan
  11. Bibit Gmelina siap ditanam di lahan penanaman.
Posted in gmelina | Tagged , , , , | 1 Comment

Informasi Umum Pohon Suren (Toona Sureni)

Suren (toona sureni) dikenal dengan berbagai nama sesuai dengan daerah tempat tumbuh, seperti surian (Sumatra), surian wangi (Malaysia), danupra (Philippina), yetama (Myanmar), surian (Thailand) dan nama perdagangannya yaitu limpaga. Kayunya berbau harum sehingga tahan terhadap serangan rayap maupun bubuk kayu dengan warna kemerahan. Continue reading

Posted in suren | Tagged , , | 1 Comment

pasar kayu sengon

Beberapa perusahaan besar yang siap menampung sengon di P. Jawa diantaranya adalah PT Bina Inti Lestari, PT Bineatama Kayone Lestari, PT Dharma Satya Nusantara, PT Kutai Timber Indonesia, dan PT Sumber Graha Sejahtera, PT Kayu Lapis Indonesia, PT Bina Kayu Lestari di Tasikmalaya, PT Waroeng Batok Industry di Banjar dan PT Buana Wijaya Lestari di Majenang yang semuanya siap menyerap kayu sengon dari wilayah priangan. Continue reading

Posted in sengon | Tagged , , | 2 Comments

prospek pasar kayu sengon

Kayu sengon memiliki prospek pasar yang cukup tinggi. Permintaan kayu sengon bukan hanya dari dalam negeri, namun juga datang dari mancanegara. Kayu sengon ini dipergunakan antara lain untuk bahan bangunan, peralatan rumah tangga, sampai pada bahan baku kertas dan kayu lapis. Kayu sengon paling digemari oleh pihak luar negeri karena memiliki daya tahan lentur dan tekanan yang kuat. alasan itulah kenapa masyarakat dan industri membutuhkan kayu sengon. Continue reading

Posted in sengon | Tagged , , | 1 Comment